SPECTRATON COLLEGE - CILEDUG 15152

Tak ada gading yang tak retak, tak ada manusia tanpa cela dan cacat. Karena itu arif dan bijaksanalah.

Nama:
Lokasi: Ciledug - 15152

Penulis adalah guru komputer, pemrogram komputer dan web-maker

Selasa, 03 Februari 2009

ABERASI

Aberasi (Latin: aberratus, Belanda: aberratie)

Dalam arti harfiah aberasi berarti tersesat. Sedangkan dalam pengertian yang lebih luas: aberasi juga bisa berati gerakan seolah-olah berpindah dari suatu benda di langit akibat gerakan bumi. Benda langit tersebut terlihat dalam arah yang mengaturnya dengan resultante dari kecepatan sinar yang masuk. Contoh bentuk aberasi antara lain: A. Aberasi Cahaya : yakni suatu peristiwa dimana telah terjadi pergeseran garis pandang ke suatu bintang dari arah yang sebenarnya. Bila seseorang melihat bintang, ia tidak melihatnya dalam arah garis lurus yang langsung menghubungkan matanya dengan posisi bintang itu dalam keadaan yang sebenarnya. Sedangkan orang itu melihat bintang tersebut dalam posisinya yang semu; sedangkan garis yang menghubungkan mata pengamat dengan posisi semu bintang tersebut membentuk suatu sudut kecil dengan garis pandang yang sebenarnya. Posisi semu tersebut bisa terjadi karena kombinasi gerakan bumi terhadap matahari/bintang dengan kecepatan cahaya. Peristiwa ini pertama kalinya ditemukan oleh James Bradely, seorang astronom bangsa Inggris, 1728. Adapun putaran bumi pada porosnya juga mempunyai sedikit pengaruh pada aberasi ini. Bradley menggunakan aberasi cahaya ini untuk menentukan kecepatan cahaya. B. Aberasi Optik atau disebut sesatan gambar merupakan suatu peristiwa dalam mana gambar dibentuk oleh sebuah cermin atau lensa yang menyimpang dari harapan yang ditentukan berdasarkan perhitungan teori pertama. Sesatan gambar yang utama misalnya: aberasi sferik, koma, distorsi atau salah gambar, astigmatisma serta aberasi kromatik. C. Aberasi sferik aberasi ini timbul sebagai akibat dari kegagalan lensa dalam membentuk gambar dari sinar pusat dan sinar-sinar yang melalui daerah yang lebih ke pinggir lensa pada satu titik. Perbedaannya terletak dalam hal dimana pada aberasi sferik, benda gambarnya akan berbentuk lingkaran, sedangkan dalam koma gambarnya berbentuk seperti bintang berekor/komet. Astigmatisma itu sama dengan koma dalam hal bahwa koma itu terbentuk akibat penyebaran gambar dari suatu titik pada suatu bidang yang tegak lurus pada sumbu lensa sedangkan asigmatisma terbentuk sebagai penyebaran gambar dalam suatu arah sepanjang sumbu lensa. Dalam ketiga hal tersebut, gambarnya akan menjadi kabur. Adapun distorsi timbul akibat dari pembesaran yang berbeda dalam arah yang menjauhi sumbu lensa; sehingga suatu benda yang tadinya berbentuk garis lurus akan berubah bentuknya menjadi melengkung. D Aberasi kromatik timbul akibat perbedaan indeks bias lensa untuk panjang gelombang cahaya yang berbeda; cahaya yang terdiri dari berbagai panjang gelombang akan mengalami distorsi atau penguraian warna bila melalui lensa tersebut, dan fokus pun akan berbeda-beda menurut warna dan panjang gelombang tersebut sehingga terbentuklah gambar sesuai dengan masing-masing panjang gelombang itu.

0 Komentar:

Poskan Komentar

Berlangganan Poskan Komentar [Atom]

<< Beranda